Bontang. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur bersama Ghanesa Group resmi memperkenalkan model kolaborasi strategis baru untuk mengoptimalkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Langkah ini diambil guna mengubah paradigma program pelatihan masyarakat agar tidak lagi dinilai hanya bersifat seremonial.
Kegiatan sosialisasi program tersebut dilaksanakan pada Selasa (9/6/2026), bertempat di Rest Area Desa Prangat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Model kolaborasi yang mengusung moto
“Melatih, Menggerakkan, Menumbuhkan”*
ini dipaparkan langsung oleh Bayu selaku narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam acara ini, Bayu hadir dalam dua kapasitas sekaligus, yakni sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Kaltim dan Direktur Utama Ghanesa Group.
“Kami ingin mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antara dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat. Harapan kami melalui kegiatan ini adalah agar program PPM yang dilaksanakan oleh perusahaan menjadi semakin baik, lebih optimal, berdampak, terukur, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Bayu menegaskan, ekosistem baru ini dirancang untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada acara seremonial semata. Menurutnya, kerja sama antara Perusahaan, Kadin Kaltim, dan Ghanesa Group ini akan menjadi model implementasi yang terstruktur karena dikawal secara berjenjang dari awal hingga akhir.
“Program ini dirancang secara berjenjang, mulai dari pelatihan keterampilan, pendampingan, monitoring, hingga mentoring pasca-pelatihan. Jadi ada output, outcome, dan impact
yang jelas bagi masyarakat penerima manfaat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ekosistem pemberdayaan ini akan mengandalkan tiga pilar program utama, yaitu:
1. Program Kewirausahaan (Entrepreneurship Program) yang difokuskan untuk mencetak pelaku usaha baru melalui pelatihan keterampilan (seperti kuliner, agrobisnis, industri kreatif, dan kecantikan), yang dilanjutkan dengan bantuan modal alat usaha serta pendampingan bisnis selama 3–6 bulan. Dimana target tahunannya adalah membentuk lebih dari 100 unit Kelompok Usaha Bersama (KUB) baru.
2. Program Pelatihan Kerja (Job Training Program) yaitu Program pendidikan profesi siap kerja selama 1 tahun di bidang teknik, digital, administrasi, hingga perhotelan yang dilengkapi fasilitas magang dan penyaluran kerja ke industri mitra Kadin Kaltim. Targetnya, 70% peserta bisa langsung terserap kerja.
3. Peningkatan Kapasitas Lembaga Desa (Community Capacity Building), yang merupakan pelatihan kepemimpinan, manajemen, dan digitalisasi organisasi bagi pengurus desa, Bumdes, Karang Taruna, dan kelompok masyarakat agar mampu membangun kemandirian desa.
Melalui tiga program utama tersebut, Kadin Kaltim dan Ghanesa Group berkomitmen penuh untuk mendorong perubahan paradigma di tengah masyarakat.
“Kita ingin mendorong perubahan paradigma bahwa masyarakat bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek yang berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Timur,” pungkas Bayu.
