Bontang. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang terus melakukan berbagai langkah inovatif untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemetaan potensi retribusi daerah secara menyeluruh dan rekonsiliasi pendapatan secara rutin bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Hal tersebut disampaikan Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, dalam rapat kerja bersama DPRD Bontang dan OPD penghasil pajak serta retribusi, Senin (22/6/2026).
Natalia, mengatakan strategi tersebut dilakukan agar pemerintah daerah memiliki data yang akurat mengenai potensi pendapatan yang masih dapat digali. Menurutnya, peningkatan PAD tidak hanya bergantung pada pencapaian target yang telah ditetapkan, tetapi juga pada kemampuan pemerintah mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan baru yang belum tergarap secara optimal.
“Secara simultan setiap bulan kami melakukan rekonsiliasi terkait realisasi pendapatan retribusi daerah. Langkah ini penting untuk memantau capaian sekaligus melihat potensi yang masih bisa dioptimalkan,” ujarnya.
Melalui pemetaan yang dilakukan Bapenda, potensi penerimaan retribusi daerah pada 2026 diperkirakan mencapai Rp137 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibanding target retribusi yang telah ditetapkan dalam APBD sebesar Rp128 miliar. Hasil penghitungan tersebut juga telah dibahas dalam High Level Meeting (HLM) bersama kepala daerah sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan PAD.
Selain melakukan pemetaan potensi, Bapenda juga mendorong penguatan sinergi antar-OPD dengan menghadirkan forum evaluasi dan pembahasan berkala. Dalam rapat optimalisasi PAD yang digelar DPRD, Bapenda memaparkan jenis-jenis retribusi daerah, target penerimaan, serta perangkat daerah yang bertanggung jawab dalam pemungutannya. Setiap OPD kemudian diminta menyampaikan kondisi lapangan, kendala pemungutan, hingga peluang peningkatan pendapatan di sektor masing-masing.
Natalia menegaskan, pendekatan berbasis data menjadi salah satu inovasi yang terus dikedepankan Bapenda dalam pengelolaan pendapatan daerah. Dengan data yang terukur dan pemetaan yang lebih rinci, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk meningkatkan penerimaan daerah tanpa membebani masyarakat.
“Optimalisasi PAD tidak bisa dilakukan tanpa data yang valid. Karena itu kami terus memperkuat pemetaan potensi dan koordinasi lintas perangkat daerah agar setiap sumber pendapatan yang ada dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan Kota Bontang,” tutupnya.



