Bontang. Ketua BPC HIPMI Bontang, Amriadi, mengharapkan roda perekonomian harus tetap berjalan meski ditengah pandemi Covid-19. Terlebih untuk menghadapi tatanan normal baru atau new normal. Kamis (11/6/2020). Hal tersebut diinginkan, agar para pelaku usaha tidak semakin terpuruk dimasa-masa sulit seperti sekarang ini.
Olehnya disarankan para pelaku usaha dapat melakukan berbagai kreativitas dan inovasi serta melihat peluang usaha apa yang kiranya dapat menghasilkan keuntungan bagi bisnisnya.
Selain itu, para pelaku usaha juga diminta untuk pintar-pintar dalam melakukan efisiensi atau menghitung biaya operasional yang dikeluarkan selama pandemi. Namun tidak mengurangi mutu dari bisnisnya tersebut.
Misalnya, bagi para pelaku usaha dibidang kuliner seperti warung makan atau kafe-kafe yang saat ini memang tengah menjamur. Diharapkan mereka melakukan inovasi seperti melakukan tak away pemesanan via online, promosi lewat media dan lain sebagainya.
Meski beberapa hal tersebut memang sudah dilakukan, namun ia meminta para pengusaha tetap konsisten dalam berkreativitas dan berinovasi.
“Pengusaha harus pintar-pintar mencari peluang dan melakukan Kreativitas dan Inovasi. Banyak cara yang bisa dilakukan, contohnya lakukan efisiensi biaya operasional atau lakukan promosi di media-media,” ujarnya.
Amriadi juga menuntut para pelaku usaha disegala aspek dan bidang agar siap beradaptasi, dan menyanggupi untuk menerapkan protokol kesehatan, terlebih bila nanti segala sesuatunya benar-benar telah kembali berjalan normal menuju fase new normal. Hal ini juga telah tertuang sebagaimana protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Protokol yang dimaksud tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/Menkes/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha.
Lebih jauh, ia meminta dan mendorong Pemerintah dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dapat memberikan keringanan bagi pengusaha yang industrinya terdampak corona. Terutama bagi para pengusaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dimana mereka sangat merasakan dampaknya akibat pandemi Covid-19 ini.
Kondisi pandemi COVID-19 tentu banyak UMKM yang telah mati suri, seperti UMKM yang bergerak di sektor konstruksi dan konsultan.
Iapun memperkirakan peluang mendapatkan pekerjaan dari pemerintah sangat kecil mengingat banyak anggaran pemerintah yang di-refocusing untuk fokus menangani COVID-19, sehingga kebijakan Menteri BUMN yang mewajibkan BUMN memberikan peluang kerja kepelaku usaha UMKM dapat menjadi harapan bagi mereka.
Maka dari itu ia berharap kerjasama BUMN dengan UKM tidak terbatas hanya pada BUMN tertentu saja, namun diharapkan bisa mencakup semua BUMN untuk dibina, diberdayakan dan dikembangkan dari berbagai bidang usaha sesuai peluang yang ada.
“Kan sudah jelas bahwa Menteri BUMN dengan tegas mengatakan dan meminta kerjasama BUMN untuk memudahkan para pelaku usaha UKM atau UMKM. Bukan hanya itu Menteri BUMN juga telah menyusun skema untuk meringankan beban pengusaha yang industrinya terdampak corona,” pungkasnya
Dengan demikian jika itu benar-benar diterapkan, praktis para pelaku usaha sangat terbantu dan roda perekonomian bisa kembali berjalan, pun lapangan pekerjaan dapat kembali terbuka lebar, otomatis pengangguran juga berkurang.
Laporan: Aris
