Tenggarong. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-1 National Junior Pickleball (NJP) Kutai Kartanegara, NJP Kukar menggelar turnamen pickleball di halaman parkir Gedung Olahraga DPRD Kutai Kartanegara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sekaligus pembinaan atlet pickleball di Kukar.
Turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana evaluasi pembinaan atlet serta ketersediaan fasilitas olahraga pickleball di Kutai Kartanegara. Sejumlah kendala, seperti keterbatasan lapangan dan waktu latihan, masih menjadi tantangan dalam pengembangan cabang olahraga ini.
Ketua NJP Pickleball Kukar, Nirwajuwita, mengatakan turnamen diikuti oleh berbagai klub pickleball yang ada di Kutai Kartanegara, mulai dari Disnaker, Fri PM, GBD, SDN 01 Loa Kulu, hingga klub-klub komunitas lainnya, termasuk NJP sebagai penyelenggara.
Menurutnya, turnamen ini menjadi wadah penting bagi atlet yang selama ini lebih banyak berlatih dan jarang mendapatkan kesempatan bertanding. Namun di balik tingginya antusiasme peserta, Nirwajuwita mengungkapkan masih adanya keterbatasan fasilitas.
“Selama ini atlet kita lebih banyak latihan. Lewat turnamen ini mereka bisa mengasah kemampuan teknik sekaligus mental bertanding. Kendala utama kami adalah lapangan outdoor yang masih terbatas dan waktu latihan yang hanya bisa dilakukan sore sampai malam hari. Ini tentu mempengaruhi pembinaan atlet,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kutai Kartanegara yang juga Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menilai turnamen tersebut memiliki peran strategis dalam pengembangan pickleball di daerah. Dimana turnamen tersebut sangat penting untuk menjaring atlet dan meningkatkan kualitas pembinaan, meskipun pickleball masih tergolong cabang olahraga baru.
Ia mengapresiasi konsistensi NJP Pickleball Kukar dalam menggelar kompetisi dan berharap bisa menjadi contoh bagi klub-klub lain agar lebih aktif menggelar kegiatan serupa. Ahmad Yani juga menegaskan bahwa pickleball kini telah resmi terdaftar di KONI Kutai Kartanegara.
“Kami berharap ada dukungan nyata dari pemerintah daerah, terutama terkait fasilitas dan sarana pendukung pertandingan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tapi masih banyak komunitas pickleball yang belum terbentuk dalam klub resmi. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” pungkasnya.
Meski tergolong baru, perkembangan pickleball di Kutai Kartanegara dinilai cukup pesat. Sejumlah atlet lokal bahkan telah tampil di berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah hingga internasional. Kondisi ini menjadi dorongan agar turnamen pickleball dapat digelar secara rutin untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding para atlet.
