IKN  

Ribuan Jemaah Hadiri Peringatan Nuzulul Quran Nasional di Masjid Negara IKN

Nusantara. Ribuan jemaah memadati Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mengikuti peringatan Nuzulul Quran tingkat nasional. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan terasa sejak sore hari dalam kegiatan yang mengusung tema “Al-Qur’an, Amanah Ekologis dan Jalan Perdamaian Dunia.”

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Otorita Ibu Kota Nusantara. Selain menjadi momentum spiritual bagi umat Islam, acara tersebut juga menyampaikan pesan penting tentang menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan sesama serta dengan alam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan program Ngabuburead yang digagas Kementerian Agama dengan tema “Seimbang Bekerja, Bijak Merawat Diri.” Dalam tausiyahnya, Ambia Dahlan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental serta menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama bagi generasi muda.

Menjelang waktu berbuka puasa, aula Masjid Negara IKN dipenuhi jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara hingga Kabupaten Paser.

Kebersamaan semakin terasa saat para jemaah berbuka puasa bersama dengan sajian khas Masjid Negara IKN, yakni Bubur Nusantara, yang menjadi simbol keberagaman dan persatuan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Imranul Karim, juara pertama Tilawah MTQ Internasional Bangladesh 2025, yang disertai saritilawah oleh Maulidia. Lantunan ayat suci tersebut menambah kekhidmatan peringatan Nuzulul Quran di masjid kebanggaan ibu kota baru Indonesia.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyampaikan rasa syukur karena Masjid Negara IKN yang baru selesai dibangun sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan berskala nasional.

Antusiasme jemaah terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir. Salah satunya Syariffudin, warga Kabupaten Paser, yang mengaku bangga dapat mengikuti peringatan Nuzulul Quran di Masjid Negara IKN.

Peringatan Nuzulul Quran ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menegaskan peran IKN sebagai ruang perjumpaan masyarakat yang inklusif, religius, serta menjunjung nilai harmoni antara manusia dan alam.

Writer: Fairuzz Abady
Exit mobile version