Tenggarong. Patung Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang berdiri megah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, resmi diresmikan, Jumat. Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, bertepatan dengan peringatan ke-79 Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga.
Pembangunan kawasan RTH beserta Patung Bung Karno telah dimulai sejak dua tahun lalu dan menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah perjuangan bangsa, khususnya di Kalimantan Timur. Perwakilan keluarga Bung Karno, Djarot Saiful Hidayat, menyebut Patung Bung Karno di Sanga-Sanga memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan patung serupa di daerah lain.
“Patung Bung Karno memang sudah berdiri di puluhan lokasi, baik di dalam maupun luar negeri. Namun patung di Sanga-Sanga ini istimewa karena menjadi patung Bung Karno tertinggi di luar Pulau Jawa, tingginya hanya terpaut sekitar sepuluh sentimeter dari patung Bung Karno di Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Djarot juga menegaskan bahwa Bung Karno merupakan sosok pejuang kemanusiaan, kemerdekaan, keadilan, dan persatuan, yang sepanjang hidupnya melawan ketidakadilan serta penindasan dan menjadi simbol pembebasan bangsa-bangsa terjajah.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin menjelaskan bahwa proses pembangunan Patung Bung Karno dan RTH Sanga-Sanga membutuhkan waktu cukup panjang sejak dimulai pada tahun 2023, karena harus melalui berbagai tahapan perizinan dan persetujuan lintas pihak.
“Patung Bung Karno ini tidak hanya kami hadirkan sebagai monumen, tetapi kami siapkan sebagai pusat pembelajaran sejarah sekaligus destinasi seni dan budaya. Ke depan, kawasan ini akan dihidupkan dengan kegiatan seni dan budaya rutin setiap akhir pekan mulai tahun 2026,” kata Rendi Solihin.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga merencanakan pembangunan fasilitas pendukung seperti musala, pusat UMKM, serta peningkatan akses jalan menuju kawasan RTH Sanga-Sanga.
