Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menutup total akses Jembatan Mahulu Samarinda guna dilakukan pemeriksaan struktur dan uji beban jembatan. Penutupan dilakukan pasca insiden tabrakan kapal tongkang batu bara yang terjadi pada 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026 lalu.
Penutupan total jembatan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur sebagai langkah memastikan kelayakan dan keamanan struktur jembatan setelah mengalami benturan. Pemeriksaan teknis dan uji beban dilakukan oleh sejumlah tenaga ahli.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, seluruh jenis kendaraan dilarang melintas di atas Jembatan Mahulu. Aparat Kepolisian dari Polresta Samarinda turut disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan kendaraan ke jembatan alternatif.
Pemeriksaan ini melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan, mulai dari Kepolisian, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, hingga tenaga ahli dari Universitas Gadjah Mada.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur, M. Muhran, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk antisipasi pasca insiden penabrakan kapal tongkang. Pemeriksaan ini dilakukan setelah adanya insiden penabrakan oleh kapal tongkang pada tanggal 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.
“Langkah ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan dan memastikan jembatan benar-benar aman. Ke depan, kami akan melakukan pembatasan muatan kendaraan yang melintas sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan umur struktur jembatan,” ujar Muhran.
Sementara itu, Tenaga Ahli dari Universitas Gadjah Mada, Akhmad Aminullah, menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan merupakan uji dinamik untuk mengetahui kekuatan struktur jembatan terhadap getaran. Dimana pemeriksaan tersebut adalah uji dinamik untuk mengetahui respons dan kekuatan jembatan terhadap getaran yang dihasilkan kendaraan.
“Dengan teknologi ini, kami bisa melihat perbedaan kondisi struktur jembatan sebelum dan sesudah adanya tabrakan tongkang, sehingga bisa diketahui tingkat keamanannya,” jelasnya.
Pemeriksaan struktur Jembatan Mahulu Samarinda ini diharapkan dapat memastikan keselamatan pengguna jalan serta menjamin kelayakan jembatan sebelum kembali dibuka untuk umum.
