Jembatan Putus, Aktivitas Perkebunan Warga Gunung Elai Terganggu

Bontang. Warga RT 16 Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, khususnya para petani, kini mengalami kesulitan setelah jembatan kayu yang menjadi akses untuk ke kebun warga yang terletak di Gang Pakis terputus akibat diterjang banjir pada awal Juni 2019 lalu.

Jembatan dengan panjang sekitar 12 meter ini hanyut terbawa arus banjir, hingga tak dapat digunakan lagi. Bahkan sisa tiang pancang jembatan kini dalam kondisi miring.

Ketua RT 16 Gunung Elai, Boy Dalbo mengatakan bahwa jembatan kayu ini telah ada sejak belasan tahun yang lalu, dan hingga kini belum pernah tersentuh perbaikan. Dia sendiri merasa tak tega jika membiarkan warganya kesulitan, pasalnya jika tidak melewati akses tersebut, para warga khususnya petani harus mencari jalan alternatif dengan jarak yang cukup jauh.

Dalbo menambahkan bahwa dia telah berupaya mendatangi pihak kelurahan untuk mencari solusi, namun hingga kini belum menemui jalan keluar.  Dia pun berharap bantuan berupa kayu dari pihak manapun, untuk kemudian bisa membangun kembali jembatan kayu tersebut bersama warga setempat.

“Selain petani, juga ada 8 pelajar Sekolah Dasar yang setiap harinya melewati jembatan ini untuk bisa sampai ke SDN 010 Bontang Utara,” ungkapnya.

Untuk diketahui, terdapat 7 kepala keluarga yang menggantungkan kehidupannya sebagai petani, dan mereka sehari-harinya mengandalkan jembatan kayu tersebut untuk bisa sampai ke kebun. Rata-rata para petani tersebut merupakan petani singkong.

Laporan: Yuli