Batik Kuntul Perak Khas Bontang
Mengenali sosok pria satu ini tak akan luput dari mengenali tagline “Batik Kuntul Perak”. Pada 2004, Kadir Asegaf hijrah ke Bontang untuk mengelola usaha turunan dari orang tua yang bergerak di bidang cinderamata khas Kalimantan. “Jadi pengusaha itu lebih nyaman,” ucapnya
Menjalani wirausaha yang berkaitan dengan pariwisata dan kerajinan telah lama digeluti Kadir Asegaf. Pria kelahiran Balikpapan 09 September 1975 ini lama bekerja di bidang perhotelan. Kadir pernah bekerja di Sahid Hotel dan Ambara Hotel salah satu anak perusahaan Pasaraya Group setelah lulus kuliah dari Jurusan Komunikasi Bisnis.
“Itu saya jalani cukup lama. Dulu waktu masih di Jakarta, saya juga pernah mencoba terjun ke dalam dunia broadcasting pada tahun 1997. Sempat juga terlibat dalam dua iklan produk komersial,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Kadir, pengalaman Itu juga yang melatarbelakangi dirinya lebih dominan menjalani bisnis yang berhubungan dengan dunia cinderamata, fashion, garmen, dan batik hingga saat ini.
Pada perkembangannya, Kadir Asegaf merasa belum puas. Ayah dari dua orang putrid ini terus berusaha untuk membidik sektor-sektor baru. Antara lain, mengelola pembuatan kain dan pakaian batik khas Bontang dengan tagline “Batik Kuntul Perak.“
“Saat ini saya masih mengurusi dan memegang hak paten untuk “Batik Kuntul Perak”. Ini penting buat saya dalam rangka branding “Batik Kuntul Perak”. Saya kerjasama dengan konsultan khusus untuk hak paten batik ini, batik khas Bontang.”
Menurut Kadir, “Batik Kuntul Perak” ini telah memiliki pasar tersendiri. Pegawai pemerintah 85% menggunakan batik yang diproduksinya. Selain itu, karyawan perusahaan juga banyak menggunakan pakaian Batik Kuntul Perak.
“Untuk souvenir dan oleh-oleh, beberapa acara panitia memakai produk saya. Beberapa acara bahkan saya sponsori.
Dalam waktu dekat, Kadir juga akan fokus dalam mengelola pendidikan modeling. Untuk urusan medelling, Kadir pernah bekerja sama dengan dua perancang nasional asal Bontang, Iwan Amir Badui dan Faisal Usman berkat dukungan Departemen PKBL Pupuk Kaltim.
“Insyaallah, saya akan mengembangkan sekolah modelling. Saya mau berkarya untuk Bontang, memajukan dunia fashion dan entertainment, juga industri pariwisata di Kota ini.” pungkasnya.
Laporan : Dwi Hendro & Rully
Editor : Revo Adi M
