Samarinda. Sebanyak 146 orang pengurus Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (13/5/2025).
Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, dan dihadiri oleh sejumlah menteri Republik Indonesia serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan pelantikan dirangkai dengan agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP Muslimat NU tahun 2025. Para pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu mengaspirasikan kemerdekaan hak perempuan, terutama dalam akses terhadap pendidikan setara, sehingga kualitas dan kapasitas perempuan NU terus meningkat dari tahun ke tahun.
Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembentukan paralegal di bawah naungan organisasi Muslimat NU. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PP Muslimat NU dan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) sebagai landasan pembentukan paralegal tersebut.
“Rencananya, kami akan mengadakan peluncuran Lembaga Advokasi Keluarga yang akan berperan dalam pendampingan kasus-kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), konflik keluarga, hingga masalah sosial lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan apresiasi terhadap peran Muslimat NU dan menyatakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan. Menurutnya, sinergi ini sangat penting untuk membangkitkan sektor-sektor strategis.
“Melalui kerja sama ini, kita bisa mendorong kemajuan di sektor-sektor strategis, seperti pendidikan, pertanian, pemerintahan, hingga pengembangan UMKM,” ujarnya.
Dengan pelantikan dan pelaksanaan Rakernas ini, PP Muslimat NU menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan hak-hak perempuan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
