Uncategorized  

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Ini Cerita Dari Pemacingnya

Bontang. Nasib naas dialami oleh 4 orang pemancing asal Kota Bontang, kapal yang mereka gunakan terbalik dihempas ombak pada Senin (9/6/2020). Ke 4 pemancing tersebut berhasil selamat dari kejadian itu, dan Muhammad Adnan yang merupakan salah satu pemancing yang berhasil pulang ke rumah dengan selamat, mengisahkan tentang kejadian tersebut kepada Tim Liputan PKTV.

Adnan mengatakan pada awal keberangkatan mereka memancing tidak memiliki firasat buruk apapun, dan langit terlihat tidak menunjukan bahwa cuaca buruk akan terjadi. Dan sebelum berangkat dari pelabuhan sekitar pukul 7.30 WITA, menggunakan kapal dengan ukuran panjang 8 meter dan lebar 2 meter dengan mesin tempel 23 PK, para pemancing tersebut juga telah mengecek web BMKG serta beberapa aplikasi pemancingan untuk melihat kondisi cuaca.

Dengan penuh semangat mereka menuju spot mancing yang berada di sekitaran RIG 2 Kedindingan, di sana mereka banyak medapatkan hasil pancingan, tetapi memang ada hal yang menjadi ganjalan di pikiran Adnan ketika melihat ada di antara hasil pencingan mereka yang merupakan ikan yang biasanya berada di tengah laut. Tetapi itu tidak terlalu dipikirkannya saat itu, karena hasil tangkapan yang mereka dapatkan sangat memuaskan hatinya.

“Sekitar jam setengah dua siang, kami melihat cuaca mulai berubah dimana angina barat dan angin selatan berhembus cukup kencang. Sehingga kami memutuskan untuk mendekat ke RIG dengan tujuan mencari perlindungan dari ombak tinggi. Tetapi ketika saya mencoba mengikat kapal ke salah satu tiang RIG, angin berhembus sangat kencang dan ombak setinggi 2 meter mulai menghempaskan kapal kami. Walau kapal telah terikat di tiang RIG tetapi tidak bisa dihindari ombak dari kanan dan kiri kapal menghempas dan membalikan kapal yang kami tumpangi,” ungkapnya.

Dilanjutkan Adnan, bahwa syukurnya setelah kapal terbalik, 2 rekannya yang kurang bisa berenang terhempas ke dekat tiang RIG sehingga mereka bisa bertahan dengan memeluk tiang RIG tersebut walaupun mengakbitakan tangan dan kaki mereka terluka oleh tiram yang ada pada tiang RIG tersebut.

Pihak RIG bergerak cepat menolong mereka dengan meleparkan pelampung, walau dengan tenaga yang sudah terkuras, Adnan berusaha mengambil pelampung tersebut dan menyerahkan kepada 2 rekannya yang kurang bisa berenang tersebut. setelah ke 4 nya memegang pelampung masing-masing, pihak RIG mengangkat mereka ke atas RIG untuk diberikan pertolongan pertama.

Ketika ditanya apakah ada barang yang hilang selama kejadian tersebut, Adnan mengatakan cuma bisa menyelamatkan apa yang ada di badan saja dan tidak terlalu memikirkan harta benda yang dibawa pada saat kejadian tersebut.

“Untuk kerugian sendiri, saya kehilangan HP dan teman-teman ada yang kehilangan dompet mereka juga. Selain itu alat pancing yang dibawa tidak ada yang bisa diselamatkan, untuk kapal sendiri, mesinnya sepertinya tenggelam,” jelasnya.

Mengingat kejadian tersebut sangat tiba-tiba, bahkan meninggalkan trauma yang dalam kepada para pemancing tersebut, Adnan menyampaikan kepada seluruh pemancing yang ada di Kota Bontang untuk selalu berhati-hati, dan bagi pemancing yang memiliki kemampuan berenang yang kurang baik, sebaiknya menahan diri dulu karena cuaca saat ini tidak menentu. Dirinya juga mengingatkan pentingnya kesediaan life jacket di perahu yang digunakan untuk memancing.

Laporan: Rudy