Bontang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Bontang mencatat, sebanyak 95 bencana alam terjadi di kota bontang periode 1 januari hingga 31 desember 2019. dari data tersebut dapat ditafsirkan, bahwa bencana di kota Bontang yang terjadi pada tahun 2019, mengalami penurunan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“dari 95 bencana yang terjadi, bencana bersifat hidrometeorologi yang paling mendominasi, yakni kebakaran lahan dan hutan (karhutla) menempati urutan pertama yang sering terjadi sepanjang 2019 yakni sebanyak 69 kejadian. Meskipun adanya bencana banjir yang terjadi pada Juli lalu menjadi bencana terparah yang terjadi di tahun 2019,” paparan Ahmad Yani Kepala BPBD kota Bontang dalam laporan kaleidoskop bencana 2019.
Beruntungnya sejauh ini, dari semua bencana yang terjadi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun ada beberapa unit rumah rusak parah, sedangkan untuk fasilitas umum mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga peribadatan tidak ada yang mengalami kerusakan.
“Selain karhutla dan banjir, berdasarkan data BPBD yang telah terverifikasi, bencana kebakaran pemukiman juga terjadi sebanyak 16 kejadian, diikuti pencarian orang hilang 8 kejadian, serta bencana alam tanah longsor 1 kejadian,” pungkasnya.
Laporan: Ervi | Risma
