Bontang. Welly nampak sumringah saat mendapatkan kunjungan dari Komisi 1 DPRD Bontang, Kamis 30 Maret 2017 lalu di rumahnya, Kawasan lembah Kelurahan Berbas Tengah Kecamatan Bontang Selatan. Pria yang sebelumnya sempat dirawat akibat kecelakaan kerja ini, tampak dengan baik melayani para tamunya.
Kedatangan Komisi 1 Dprd Bontang dilakukan setelah mendapat laporan yang menyebut Welly tidak mendapatkan perhatian dan bantuan pengobatan dari Komite Golf Badak Bontang, tempatnya bekerja. Padahal, luka yang terdapat pada bagian dada tubuhnya hingga tembus ke paru-paru, terjadi akibat terkena pisau potong rumput saat bekerja pada Desember 2016 lalu.
Dijelaskan Welly, saat peristiwa kecelakaan tersebut, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dna menjalani pengobatan selama satu bulan lebih.
Mirisnya, saat berobat ia hanya menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), lantaran tidak mendapatkan fasilitas kesehatan dari perusahaan.
“Cuma pada 24 Februari 2017 lalu mendapat uang santunan sebesar Rp 3 Juta dari Komite Golf Badak yang dititipkan sama rekan kerja,” ungkapnya.
Menanggapi itu, Ketua Komisi 1 DPRD Bontang Agus Haris menyayangkan sikap Komite Badak Golf Bontang, karena seluruh pengobatan Welly seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan, lantaran kecelakaan tersebut terjadi saat bekerja. Dan bukan dibebankan kepada pemerintah melalui Jamkesda.
“Kami sangat sayangkan hal ini terjadi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Komisi 1 DPRD juga menemukan fakta jika karyawan Badak Golf Bontang, pernah bekerja selama dua minggu tanpa mendapat bayaran.
“Ini harus disikapi serius pemerintah. Jangan sampai orang bekerja tapi tidak ada gaji. Kami akan minta ketegasan pemerintah untuk ini,” tambahnya. (*)
Baca Juga: Pengobatan Karyawan Tak Ditanggung, Komisi 1 DPRD Akan Panggil Komite Golf
Laporan: Sary & Faisal
