Samarinda. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan sekaligus meninjau Sekolah Terpadu Samarinda yang berlokasi di Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Senin (30/9/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau implementasi pembelajaran dwibahasa, yakni kombinasi antara Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Cambridge berstandar nasional.
Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasinya atas langkah Pemerintah Kota Samarinda yang telah mendirikan sekolah terpadu dengan tiga tingkatan, yaitu SD, SMP, dan SMA. Saat ini sekolah terpadu tersebut telah menampung sebanyak 225 siswa. Adapun tiga sekolah yang berada dalam satu kawasan Sekolah Terpadu Samarinda tersebut adalah SDN 028, SMPN 16, dan SMA Prestasi.
Mendikdasmen menilai kehadiran sekolah terpadu berstandar internasional ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi hebat di masa depan.
“Sekolah ini bukan hanya gratis, tetapi juga benar-benar berstandar internasional dengan fasilitas pembelajaran modern, seperti smart board atau interactive flat panel (IFP),” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menaruh harapan agar sekolah terpadu ini dapat menjadi lembaga pendidikan unggul yang mampu mencetak lulusan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan metode pembelajaran dwibahasa, kita ingin wujudkan generasi unggul Indonesia yang mampu beradaptasi dengan tantangan global,” ungkapnya.
Dengan diresmikannya sekolah terpadu ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap lahir generasi penerus yang tak hanya cerdas, tetapi juga siap menghadapi persaingan dunia.
