Bontang. Seorang kontraktor lokal dirikan sebuah masjid di area SMP Negeri 8 Bontang Kecamatan Bontang Selatan, diatas tanah milik pemerintah seluas 9×5 meter persegi yang akan dihibahkan pasca pembangunan selesai.
Masjid berukuran 9×15 meter ini dibangun atas dasar keprihatinan sang kontraktor, melihat para siswa SMP yang harus keluar dari area sekolah untuk menunaikan ibadah sholat di masjid sekitar kawasan dengan jarak yang cukup jauh.
Hal tersebut terungkap saat inspeksi mendadak komisi III Dprd Bontang ke SMP Negeri 8, Selasa 14 Maret 2017.
Disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Usman, kepedulian masyarakat sekitar terhadap SMP Negeri 8 yang tidak memiliki tempat ibadah ini, sebelumnya sudah diketahui pihaknya. Mengingat tak adanya masjid sekolah, memaksa para siswa berjalan kaki ke luar area sekolah dengan jarak sekira 300-400 meter, untuk menunaikan sholat berjamaah setiap harinya.
“Kami sudah mengetahui hal ini, terlebih upaya yang dilakukan untuk pendidikan siswa. Jadi kami sangat mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap SMP 8,” ucapnya.
Senada, Kepala Sekolah SMP 8 Bontang Sukarsih, mengatakan pembangunan masjid ini sebelumnya telah disepakati oleh Dinas Pendidikan bersama tokoh tersebut, sehingga pembangunan pun mulai berjalan sejak Januari 2017 lalu.
“Dari infonya, Insya Allah bisa digunakan untuk tarawih (Ramadhan) nanti,” ujar Sukarsih.
Sementara Ketua Komisi III Dprd Bontang Rustam, mengaku sangat mengapresiasi niat baik kontraktor tersebut. Mengingat pembangunan masjid di lingkungan sekolah menggunakan dana pribadi ini, sebagai bentuk dukungan masyrakat terhadap kecerdasaan agama dan spiritual generasi muda Kota Bontang.
“Kami sangat mengapresiasi hal ini, terlebih pembangunannya menggunakan dana pribadi,” ungkapnya.
Maka dari itu, Rustam pun meminta pihak sekolah untuk memasang plang informasi di depan pengerjaan pembangunan masjid, untuk menjelaskan status pembangunannya. Baik dari dana yang digunakan, maupun pihak yang membangun. Agar tidak ada masyarakat yang mengira jika pembangunan masjid ini menggunakan dana dari APBD Pemkot Bontang, dan tidak menimbulkan polemik kedepannya.
“Jadi kami minta tolong dipasang plang pemberitahuannya itu,” pungkas Rustam. (*)
Baca Juga: Antisipasi Klaim, DPRD Minta Kepastian Legalitas Hibah Masjid SMP 8
Laporan: Sary & Aris
