Pemkot Samarinda Gelar Sosialisasi Kebangsaan untuk Calon Paskibraka Jelang HUT ke-80 NKRI

Samarinda. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 42 calon Paskibraka Kota Samarinda mengikuti kegiatan sosialisasi dan pendidikan kebangsaan yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Five Premiere dan menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter serta penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Andi Harun mengangkat tema Revolusi Mental, yang menekankan pentingnya pendidikan karakter dan jiwa bela negara sebagai fondasi dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam membangun karakter dan mental generasi muda. Revolusi mental perlu terus digelorakan agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan,” ujanya.

Ia juga menambahkan bahwa melalui sosialisasi semacam ini, diharapkan mampu mencetak generasi emas Indonesia yang memiliki rasa cinta tanah air yang kuat serta semangat nasionalisme yang tinggi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bentuk sinergi dalam membangun kesadaran kebangsaan.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Samarinda, Sucipto Wasis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan ideologi dan mentalitas calon Paskibraka.

“Para peserta merupakan representasi anak muda yang memiliki semangat nasionalisme tinggi. Mereka akan terus dibina secara fisik dan mental agar mampu menjadi teladan di masyarakat,” jelasnya.

Sucipto juga menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya siap secara fisik untuk tugas kenegaraan, tetapi juga kuat secara ideologis dan mental.

 

Writer: Hendrikus Gantur
Exit mobile version