Tenggarong. Upaya pencarian terhadap Hasriarto, seorang nelayan asal Desa Muara Badak Ulu yang dilaporkan hilang di perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih belum membuahkan hasil hingga memasuki hari ketiga operasi SAR.
Korban sebelumnya diketahui berangkat memancing seorang diri pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA, sebelum akhirnya dilaporkan mengalami kecelakaan kapal di perairan tersebut.
Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Dwi Adi Wibowo, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah memperluas area operasi guna meningkatkan peluang penemuan korban. Sebelum penyisiran dimulai, petugas membagi area pencarian seluas 119 mil laut persegi ke dalam tiga sektor utama.
“Seluruh sektor pencarian telah disisir sesuai rencana operasi. Namun berdasarkan hasil evaluasi malam ini, korban masih belum berhasil ditemukan,” terangnya.
Dwi Adi menambahkan, proses pencarian di lapangan menghadapi kendala alam yang cukup berat. Faktor cuaca berupa angin kencang serta arus laut yang kuat di perairan Muara Berau menjadi hambatan utama karena sangat memengaruhi pergerakan armada laut dan efektivitas penyisiran tim di lapangan.
Meski demikian, seluruh unsur SAR komitmen untuk tetap melakukan pencarian secara maksimal. Penyisiran berkala dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai armada, mulai dari Rigid Inflatable Boat (RIB), speed boat milik TNI AL dan Polairud, hingga peralatan khusus penyelaman, medis, dan deteksi bawah air.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, meliputi Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Muara Badak, Polairud Polda Kalimantan Timur, BPBD Kutai Kartanegara, Potensi SAR Muara Badak, serta dibantu oleh pihak keluarga korban. Tim gabungan rencananya akan kembali melanjutkan pergerakan pencarian esok hari dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan perairan di lokasi kejadian.
