Bontang. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMKN) 1 Bontang menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan lockdownd sekolah. Ini dilakukan usai 2 siswanya terkonfirmasi positif Covid-19 dan saat ini telah dilakukan tracing.
Kepala SMKN 1 Bontang Sumariah mengungkapkan, setelah sebelumnya telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%, kini pihak sekolah menghentikan PTM dan kembali melakukan pembelajaran jarak jauh selama 5 hari yang dimulai dari Kamis (10/2/2022). Sumariah menambahkan keputusan untuk melakukan kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di rumah sesuai dengan aturan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bontang.
“Jika terdapat lebih dari 5% dari siswa maupun guru yang terkonfirmasi Covid-19, maka diharuskan untuk melaksanakan PJJ, dengan melaksanakan metode PJJ oleh masing–masing guru,” jelasnya.
Selanjutnya, Sumariah mengatakan bahwa jika pihaknya telah melaporkan kepada Satgas Covid-9 Kota Bontang untuk melakukan tracing dan menindaklanjuti untuk mengetahui siapa saja yang telah kontak erat, serta jika dalam hasil kedepannya lebih banyak atau diatas 5% maka sekolah akan mengambil keputusan untuk melakukan karantina hingga 14 hari kedepan.
“Siswa yang terkonfirmasi positif melakukan tes antigen secara mandiri untuk mengikuti lomba MTQ yang akan dilaksanakan,” ungkapnya.
Dari pantauan PKTV hingga saat ini SMAN 1 Bontang masih dalam keadaan lockdownd dan sekolah tidak melaksanakan PTM.
