Uncategorized  

Tak Diberi Uang, Anak Tikam Ayah

Bontang. Entah apa yang merasuki IR (16), warga Jl Belanak RT 21 Kelurahan Tanjung Laut Indah Bontang Selatan, yang tega menikam kepala ayah kandungnya sendiri. Ironisnya, aksi ini ia lakukan lantaran tidak diberi uang jajan oleh ayahnya tersebut.

Peristiwa penikaman terjadi pada Kamis malam 25 Mei 2017, sekitar pukul 20.00 Wita menggunakan sebilah pisau dapur.

Sebelum penikaman, IR diketahui terlebih dulu mengamuk dan merusak sejumlah barang milik orangtuanya, dan sempat memukul kepala ayahnya menggunakan helm. Hingga kemudian aksinya ini diketahui, dan IR pun langsung diamankan tak lama setelah kejadian.

“Setelah mendapat laporan, korban langsung kami larikan ke rumah sakit dan mendapat tiga jahitan di kepala. Beruntung luka dapat diatasi dan korban bisa kembali pulang,” ujar Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Indah Aipda Mulyo Prayitno.

Kini Usut punya usut, IR merupakan residivis kasus pencurian di Kota Bontang. Bahkan pada pekan lalu, ia sempat diamankan aparat setelah kedapatan mengkonsumsi minuman oplosan, hingga meresahkan tetangga sekitar tempat tinggalnya.

Saat diminta keterangannya di Polsek Bontang Selatan, M Syafei selaku ayah pelaku dan juga korban mengatakan, kejadian bermula saat putra ketiganya itu meminta uang dengan berbagai alasan. Dikarenakan ia tidak memiliki uang, sang anak pun emosi hingga berbuat di luar kendali.

Syafei pun mengakui kerap mendapat perlakuan kasar dari IR, jika tidak menuruti keinginan anaknya itu.

“Uang itu juga bukan untuk keperluan yang bagus, tapi untuk membeli minuman dan kadang taruhan balapan liar,” ujar M Syafei.

Ia berharap anaknya itu dapat sadar dan tidak lagi melakukan hal negatif, dan bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. Terlebih saat ini proses hukum terhadap IR masih menunggu keputusan dari pihak kepolisian.

“Ia (IR) sejak umur 10 tahun sudah begitu, kadang ibunya juga dipukul kalau tidak diberi uang. Apalagi sekarang minta uang untuk motor yang dipakainya balapan liar,” tambah Syafei. (*)

 

Laporan: Yulianti Basri