Uncategorized  

Ucap Syukur Warga Bisa Mudik Berkat Pupuk Kaltim

Bontang. Sejumlah warga di Kelurahan Loktuan mengaku senang dan bersyukur adanya program Mudik Gratis Bersama Pupuk Kaltim, yang diakui sangat membantu warga, khususnya dengan keterbatasan ekonomi untuk dapat berkumpul dan bersilaturrahmi dengan sanak saudara di kampung halaman.

Salah satunya Ahmad, buruh harian lepas ini mengaku senang dan bersyukur adanya program mudik gratis dari Pupuk Kaltim. Dikatakannya sejak awal tidak ada rencana mudik pada tahun ini, karena keterbatasan biaya.

“Tapi Alhamdulillah ada mudik gratis dari Pupuk Kaltim, saya dan keluarga akhirnya bisa pulang kampung ketemu keluarga,” ujarnya saat ditemui Pktv Bontang disela pembagian tiket, Rabu (30/5) pagi.

Dirinya pun berharap program ini bisa terus dilaksanakan Pupuk Kaltim tahun berikutnya, karena sangat membantu dan dirasakan manfaatnya bagi wagra kurang mampu untuk bisa mudik dan bersilaturrahmi dengan keluarga.

“Saya mudik ke Barru Sulawesi Selatan. Semoga program dapat terus berlanjut,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Masitah, yang menyebut bisa pulang bersama empat anaknya dengan Program Mudik Gratis Bersama Pupuk Kaltim.

“Sayang sangat senang dan bersyukur Pupuk Kaltim memberi kesempatan saya bisa pulang kampung bersama anak-anak,” katanya.

Program Mudik Gratis merupakan salah satu kepedulian Pupuk Kaltim bagi masyarakat, sebagai upaya mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan di jalan raya selama masa mudik lebaran 2018.

Baca Juga: Antusias Warga Ikut Program Mudik Gratis Bersama Pupuk Kaltim

Program ini dilaksanakan bertahap, mulai 1 hingga 13 Juni 2018 dengan kuota 1.900 tiket kapal laut dan 2.000 tiket bus. Pembagiannya, 1.500 tiket kapal laut dan 1.320 tiket bus untuk warga Bontang, 600 tiket bus untuk warga Samarinda, dan 400 tiket kapal laut dan 80 tiket bus untuk warga Balikpapan.

Pupuk Kaltim pun menganggarkan Rp949 juta untuk program ini, dengan sasaran masyarakat sekitar perusahaan. Diantaranya Guntung dan Loktuan sebagai prioritas utama, serta masyarakat Bontang Kuala, Gunung Elai, Belimbing, dan Api-api. (*)

 

Laporan: Mansur

Exit mobile version