Bontang. Mengapa masyarakat harus taat membayar pajak dan retribusi? Ke mana mengalirnya uang yang disetorkan oleh warga setiap bulannya? Pertanyaan dasar ini dijawab gamblang oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, Natalia Trisnawati.
Saat ditemui di Kantor Bapenda Bontang pada Selasa (7/7/2026), Natalia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menyamaratakan antara istilah pajak daerah dan retribusi daerah. Padahal, dari sisi konsep pemanfaatan dan output-nya ke masyarakat, kedua instrumen pendapatan ini memiliki jalur yang berbeda.
“Masyarakat perlu mengetahui konsep kebermanfaatannya. Kalau pajak daerah itu sifatnya umum, uangnya dikembalikan lagi secara kolektif ke daerah untuk membiayai pembangunan fasilitas kota dan kesejahteraan masyarakat secara luas,” jelasnya.
Saat ini, Bapenda mengelola 12 mata pajak daerah. Di antaranya adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang meliputi sektor makanan-minuman (kuliner), tenaga listrik, perhotelan, perparkiran khusus, serta kesenian dan hiburan. Selain itu, ada pula pajak reklame, air tanah, sarang burung walet, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), hingga Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Sebaliknya, uang yang dipungut dari sektor retribusi daerah memiliki pola perputaran yang lebih spesifik dan langsung.
“Kalau retribusi, konsepnya adalah dana tersebut dikembalikan lagi secara spesifik kepada Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan. Gunanya apa? Untuk biaya sarana pemeliharaan fasilitas publik, pelayanan, dan lain sebagainya di instansi tersebut,” terangnya.
Sebagai contoh, retribusi pelayanan kesehatan akan kembali ke fasilitas kesehatan untuk operasional medis, begitupun retribusi pasar atau parkir yang idealnya berputar untuk perbaikan fasilitas pelayanan itu sendiri. Melalui transparansi tata kelola alokasi ini, Bapenda berharap kesadaran warga Bontang untuk memenuhi kewajiban daerahnya terus meningkat, mengingat setiap rupiah yang disetorkan memiliki dampak langsung bagi roda pembangunan Kota Bontang.



