Tenggarong. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara resmi menutup rangkaian Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Tahun 2025. Grand final ajang bergengsi pelestarian bahasa daerah ini digelar di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong.
Kegiatan yang berlangsung sejak babak penyisihan hingga final tersebut diikuti sekitar 280 peserta dari jenjang SD dan SMP. Suasana meriah terlihat saat para peserta tampil dalam berbagai cabang lomba, mulai dari membaca puisi, berpidato, menembangkan tarsul, hingga membawakan kesenian tingkilan dengan menggunakan bahasa daerah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Asep Juanda, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan festival.
“Dukungan penuh dari Disdikbud Kukar, Pemkab, kepala sekolah, guru pendamping, hingga orang tua membuat FTBI berjalan sukses,” ujarnya.
Asep menambahkan, para pemenang juara satu, dua, dan tiga akan mewakili Kutai Kartanegara pada FTBI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung di Samarinda pada 15–17 Oktober 2025. Dari ajang provinsi, peserta terbaik akan melangkah ke tingkat nasional yang digelar Badan Bahasa di Jakarta.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan bahwa FTBI merupakan program nasional dari Kemendikbudristek yang bertujuan melestarikan bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan.
“Menjaga identitas budaya sangat penting di tengah derasnya arus globalisasi dan media sosial. Upaya ini bisa dilakukan melalui membaca literatur berbahasa daerah, menggali budaya lokal, serta aktif mengikuti kegiatan kebudayaan di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 di Kukar menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang bangga berbahasa daerah sekaligus menjaga jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman.
