Dongkrak Omzet hingga Pelanggan Baru, CFN Beri Dampak Positif Bagi UMKM Kota Bontang

Suasana padat pengunjung memadati area Car Free Night (CFN) Bontang. Gelaran ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet penjualan mereka. (FOTO: Rudy/ PKTV)

Bontang. Gelaran Car Free Night (CFN) Bontang Berbenah di Jalan MT Haryono tak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana malam, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan omzet sekaligus mendapat pelanggan baru sejak berjualan di kegiatan tersebut.

Anti, pemilik Freshmilk, mengungkapkan peningkatan penjualan yang dirasakannya cukup signifikan dibandingkan hari biasa. Dalam dua kali pelaksanaan CFN, omzet usahanya bahkan mampu menembus lebih dari Rp6 juta dalam satu kali kegiatan.

“Alhamdulillah, peningkatannya jauh dari hari biasa. Dua kali CFN ini omzetnya nyata sekali, di atas Rp6 juta setiap pelaksanaan. Sangat menguntungkan,” ujarnya.

Menurut Anti, manfaat CFN tidak hanya dirasakan dari sisi penjualan. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat, termasuk calon pelanggan yang sebelumnya hanya mengenal nama merek tanpa pernah mencoba produknya.

Ia berharap CFN dapat terus berlangsung setiap malam Minggu. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk menjaga penjualan di tengah penurunan omzet yang dirasakan sejumlah pelaku usaha di gerai mereka.

“Dengan adanya CFN, alhamdulillah omzet naik dan usaha kami bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat lokal. Harapannya, kegiatan ini tetap berlanjut setiap malam Minggu karena benar-benar membantu UMKM,” katanya.

Hal serupa disampaikan Lina, pemilik Revina Hijab. Ia menyebut penjualan selama mengikuti CFN mengalami kenaikan dibandingkan penjualan pada hari biasa, baik melalui toko maupun dari rumah.

Lina menilai CFN memberikan ruang promosi langsung yang efektif. Kehadiran lapak di tengah keramaian membuat produknya lebih mudah dijangkau masyarakat, termasuk pengunjung yang sebelumnya belum mengetahui keberadaan usahanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa tempat usaha strategis.

“CFN menyediakan wadah yang murah dan strategis bagi UMKM untuk menjangkau calon pembeli tanpa harus menyewa ruko atau tempat yang mahal,” ungkapnya.

Pengalaman positif juga dirasakan Susiana, pemilik Geyshan Drink. Ia mengatakan CFN membantu meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan usaha. Selain mendapatkan pelanggan baru, kegiatan itu juga memberinya kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas jaringan perkenalan, serta memperoleh inspirasi untuk mengembangkan bisnis.

Ia menilai suasana acara yang sukses dan meriah turut menghadirkan pengalaman kuliner yang menyenangkan bagi pengunjung. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pedagang untuk menarik perhatian masyarakat dan membangun hubungan dengan pelanggan.

Sementara itu, Agus, pemilik Yumetako, menyebut CFN sebagai salah satu penopang bagi pelaku UMKM ketika penjualan di lapak mereka sedang mengalami penurunan.

“Sangat jos, Pak. CFN penolong pelaku UMKM di kala jualan sekarang di lapak agak menurun,” ujarnya.

Pengalaman para pedagang tersebut menunjukkan bahwa CFN memiliki potensi untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi UMKM lokal. Selain menjadi ruang transaksi jual beli, kegiatan ini membuka akses promosi, memperluas pengenalan merek, dan mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen baru.

Keberlanjutan CFN pun menjadi harapan sejumlah pedagang. Bagi mereka, kegiatan yang menghadirkan keramaian masyarakat ini bukan sekadar hiburan akhir pekan, melainkan juga peluang untuk menjaga perputaran usaha dan memperkuat geliat ekonomi lokal di Kota Bontang.