Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia Perwakilan Kaltim menggelar panen raya sekaligus menyerahkan bantuan alat pertanian modern kepada 10 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan di Kelurahan Bukit Biru, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyebut panen kali ini menggunakan teknologi bioinvigorasi benih dengan sistem LEISA atau pola pertanian berkelanjutan berinput rendah. Dari lahan seluas 10 hektare, berhasil dipanen 6,2 ton gabah per hektare.
“Kalau pola ini terus kita terapkan, saya optimistis produktivitas padi bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Dengan begitu, target swasembada beras Kaltim pada 2026 bukan hal yang mustahil,” ujar Seno.
Selain panen, pemerintah bersama BI juga menyerahkan bantuan alat pertanian modern, mulai dari drone sprayer agriculture hingga hand tractor. Demonstrasi penggunaan drone pun ditampilkan sebagai bentuk implementasi digital farming, yang dinilai mampu menghemat waktu, tenaga, dan biaya bagi petani.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menegaskan program digital farming ini akan terus diperluas.
“Tidak hanya di Kukar, tapi juga sudah berjalan di Samarinda, Kutai Timur, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu. Harapannya, modernisasi ini bisa mendorong transformasi pertanian yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Dengan dukungan teknologi modern, sektor pertanian Kaltim diharapkan semakin produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
