Samarinda. Kebakaran lahan hebat kembali melanda wilayah Pelita, Samarinda. Kobaran api yang mulai membakar sejak Sabtu malam belum sepenuhnya padam hingga Minggu malam, memicu kepanikan warga sekitar serta ancaman kesehatan akibat tebalnya kepulan asap.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan unsur relawan terus berjibaku di lokasi kejadian untuk menjinakkan api. Besarnya kobaran api membuat warga panik lantaran pergerakannya kian mendekati kawasan pemukiman penduduk.
Operasi pemadaman berlangsung berat dan memakan waktu lebih dari 12 jam. Puluhan unit kendaraan pemadam kebakaran dan relawan dikerahkan ke lokasi guna melokalisir api agar tidak merembet dan membakar rumah-rumah warga.
Komandan Pos 8 Sambutan, Suriansyah, mengungkapkan bahwa petugas di lapangan sempat mengalami kendala akibat tebalnya asap yang mengganggu jarak pandang serta pernapasan. Bahkan, beberapa relawan dilaporkan sempat mengalami sesak napas karena terlalu banyak menghirup asap pekat.
“Kita cukup kewalahan di lapangan karena tebalnya asap sangat mengganggu pernapasan dan jarak pandang petugas. Sejumlah relawan juga sempat mengalami sesak napas,” ujar Suriansyah.
Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, pihak kepolisian bergerak cepat dan telah mengamankan 4 orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran lahan. Masyarakat sekitar berharap kobaran api yang terus mengancam keselamatan tersebut dapat segera dipadamkan sepenuhnya. Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam gabungan masih terus bekerja keras di lapangan.



