Darurat Kabut Asap, Dinas Pendidikan Samarinda Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Samarinda. Dampak kabut asap yang semakin menebal di wilayah Kota Samarinda direspon cepat oleh pemerintah daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda resmi mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka (luring) dan mengalihkannya ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online.
Kebijakan pembelajaran daring ini diberlakukan mulai tanggal 15 hingga 17 Oktober sebagai langkah preventif guna melindungi kesehatan dan keselamatan para siswa serta tenaga pendidik dari bahaya paparan asap.
Kepala SDN 007 Samarinda Ulu, Sri Mulyati, menyambut positif kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan tersebut. Menurutnya, penerapan PJJ sangat tepat dan efektif mengingat kondisi udara yang kian memburuk akibat kabut asap.
“Langkah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan anak-anak. Walaupun pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah, pihak sekolah tetap melakukan pengawasan secara ketat,” ujar Sri Mulyati.
Ia menambahkan bahwa sekolah akan memantau jalannya proses belajar mengajar melalui koneksi video (video conference) untuk memastikan ketersampaian materi serta keaktifan guru dan siswa selama masa PJJ berlangsung.
Penerapan sistem daring ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik tanpa mengorbankan kualitas pendidikan di tengah situasi bencana kabut asap yang melanda Kota Samarinda.