Tenggarong. Kelas Parenting Bunda PAUD Kabupaten Kutai Kartanegara kembali digelar, kali ini terpusat di Aula SMPN 1 Tenggarong dan diikuti tiga kecamatan sekaligus, yakni Tenggarong, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang.
Kegiatan ini dihadiri Bunda PAUD Kukar, Andi Deezca Pradivdhia Aulia, bersama Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, Pokja Bunda PAUD, kepala sekolah, guru PAUD dan SD, organisasi mitra, serta para orang tua siswa. Narasumber dari Dinas Kesehatan dan Disdukcapil Kukar turut hadir memberikan materi.
Kelas parenting ini digelar di seluruh kecamatan sebagai upaya memperkuat sinergi antara lembaga PAUD dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Pada kesempatan itu, Bunda PAUD Kukar juga meluncurkan inovasi “Anak Etam”, sebuah program yang bertujuan meningkatkan mutu layanan PAUD secara berkelanjutan.
Program Anak Etam sekaligus mendukung pelaksanaan Wajib PAUD Satu Tahun Sebelum SD. Berdasarkan data tahun ajaran 2025/2026, lebih dari 30 persen anak usia dini di Kutai Kartanegara belum terdaftar di PAUD. Melalui program ini, dilakukan pendataan, sosialisasi, peningkatan mutu melalui akreditasi, hingga kerja sama lintas OPD. Pemerintah kecamatan dan desa didorong terlibat aktif mendorong mutu PAUD, termasuk mengajak orang tua untuk mendaftarkan anak ke PAUD sebelum masuk SD.
Dinas Pendidikan Kukar mengapresiasi langkah cepat Bunda PAUD Kukar dalam memperkuat layanan PAUD. Disdikbud juga menekankan pentingnya transisi PAUD–SD, dengan menetapkan dua hari pertama masuk sekolah sebagai momentum kolaborasi guru PAUD dan SD. Sebagai dukungan terhadap wajib PAUD satu tahun, kepala sekolah SD diminta mengarahkan anak usia 5–6 tahun yang belum memiliki sertifikat PAUD untuk masuk PAUD terlebih dahulu, sementara anak usia 7 tahun wajib diterima di SD.
Bunda PAUD Kukar, Andi Deezca Pradivdhia Aulia, berharap kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi seluruh pihak.
“Saya berharap kelas parenting ini menjadi ruang kolaborasi antara lembaga PAUD, pemerintah, dan orang tua, sehingga pendidikan anak usia dini di Kutai Kartanegara dapat semakin maju dan berkualitas,” ujarnya.
