Bontang. Sebagai wujud komitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menyalurkan Beasiswa Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP) Tahun 2026 kepada 50 penerima jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dengan total nilai Rp4,6 miliar.
Program yang telah berjalan sejak 2008 ini, menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang Pupuk Kaltim dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan tahun ini ada 213 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hingga akhirnya ditetapkan 50 orang sebagai penerima beasiswa berdasarkan kriteria prestasi akademik maupun kondisi ekonomi keluarga.
Sebanyak 50 penerima tersebut terdiri atas 10 siswa SD, 10 siswa SMP, 10 siswa SMA, serta 20 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
“Proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel, agar seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas,” ujar Rezha, saat seremoni penyerahan beasiswa di Hotel Grand Equator Bontang, Selasa (14/7/2026).
Dijelaskan Rezha, bentuk beasiswa yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk siswa SD hingga SMA akan menempuh pendidikan di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), dengan benefit berupa pembebasan biaya pendidikan, perlengkapan sekolah, biaya transportasi, serta kebutuhan penunjang lainnya. Sedangkan jenjang perguruan tinggi memperoleh biaya kuliah, biaya hidup, hingga biaya penelitian dan wisuda.
“Hingga kini program PKTPP telah merealisasikan bantuan pendidikan senilai Rp39,3 miliar bagi 545 penerima manfaat. Ini menunjukkan komitmen perusahaan yang secara konsisten mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak di Kota Bontang,” ungkap Rezha.
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, mengatakan pendidikan merupakan hal dasar dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Untuk itu, Pupuk Kaltim memandang dukungan terhadap sektor pendidikan sebagai investasi strategis yang memberi manfaat jangka panjang. Tidak hanya bagi penerima beasiswa, tapi juga pembangunan daerah dan bangsa.
“Pupuk Kaltim meyakini, pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Semangat ini mendasari program PKTPP, untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak dalam meraih cita-cita,” tutur Maslani.
Menurut Maslani, kualitas SDM akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk transformasi industri dan pembangunan daerah. Untuk itu, dunia usaha perlu mengambil bagian secara aktif guna menciptakan generasi yang adaptif, inovatif, serta memiliki karakter yang kuat.
“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan bentuk kepercayaan bagi generasi muda agar terus belajar, berprestasi, dan kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah maupun Indonesia,” ucap Maslani.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pupuk Kaltim yang secara konsisten mendukung kemajuan pendidikan melalui beasiswa PKTPP. Hal ini pun menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan dunia usaha, khususnya mendorong visi Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapan daerah sebagai mitra strategis IKN.
“Untuk mewujudkan visi tersebut, kita tidak cukup hanya membangun infrastruktur. Tapi juga manusia yang memiliki daya saing tinggi. Dan hal ini salah satunya dapat dicapai melalui pendidikan berkualitas bagi anak,” papar Agus Haris.
Dia pun berharap beasiswa PKTPP terus dikembangkan, agar makin banyak generasi penerus yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya. Langkah ini bagian dari upaya bersama mencetak sumber daya manusia unggul, memperkuat daya saing daerah, serta berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Melalui program ini, kita sedang menanam benih masa depan demi mendorong kemajuan daerah. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang terus peduli terhadap kualitas pendidikan anak Bontang,” tambah Agus Haris.
Salah satu orang tua penerima beasiswa PKTPP 2026, Siti Samsiah, mengaku sangat bersyukur atas program ini, sehingga keluarganya tidak lagi khawatir akan kelangsungan pendidikan anak. Terlebih anaknya difasilitasi di YPK, sebagai salah satu lembaga pendidikan yang diakui akan kualitas pendidikan dalam mencetak anak berprestasi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pupuk Kaltim. Beasiswa ini harapan besar bagi keluarga kami terhadap kelangsungan pendidikan anak. Semoga anak kami bisa belajar lebih giat, menyelesaikan pendidikannya dan kelak menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat,” ungkap Siti Samsiah.(*)






