Samarinda. Peringatan Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025 di Kalimantan Timur tak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan bangsa, tetapi juga membawa duka mendalam. Salah satu putra terbaik daerah, Sabri, veteran pejuang kemerdekaan sekaligus Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kaltim, telah berpulang beberapa bulan sebelum peringatan tahun ini.
Upacara Hari Pahlawan yang digelar di Taman Makam Pahlawan Samarinda, Senin (10/11/2025), berlangsung khidmat. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji memimpin penghormatan kepada para pahlawan, seraya mengajak generasi muda untuk meneladani semangat juang mereka melalui kerja nyata dan pembangunan berkelanjutan.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diisi dengan tindakan nyata. Perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Seno Aji, Wakil Gubernur Kaltim.
Dalam sambutannya, Seno juga menekankan pentingnya nilai-nilai perjuangan sebagai fondasi pembentukan Generasi Emas Kaltim, yaitu generasi yang berdaya saing tinggi, berkarakter kuat, dan siap membawa daerah ini menuju kemajuan.
Usai upacara, Seno Aji melakukan ziarah dan tabur bunga ke sejumlah makam pahlawan, termasuk makam Gubernur Kaltim ke-8 Muhammad Ardans dan makam Sabri, sang veteran RI yang baru saja wafat. Ziarah ini menjadi simbol penghormatan pemerintah daerah kepada para pejuang yang telah memberikan segalanya bagi bangsa.
Peringatan Hari Pahlawan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan mantan pejuang, termasuk Bulan Ervina, salah satu relawan perempuan yang pernah terlibat dalam Operasi Dwikora, misi yang digagas Presiden Soekarno pada 3 Mei 1964 untuk menentang pembentukan Federasi Malaysia. Meski usia tak lagi muda, semangat juang Bulan tetap menyala.
“Bagi kami, semangat perjuangan itu tidak boleh padam. Kami ingin generasi muda terus menjaga api perjuangan untuk Indonesia,” ungkap Bulan Ervina, relawan Dwikora asal Kaltim.
Momentum Hari Pahlawan ke-80 di Kaltim ini menjadi pengingat penting bahwa perjuangan tidak berhenti di medan perang, melainkan terus berlanjut dalam bentuk pengabdian, pembangunan, dan semangat membangun bangsa.
