Bontang. Maraknya penyalahgunaan Narkoba, Alkohol, Psikotropika, dan zat adiktif lain (Napza) tidak hanya terjadi di kota besar saja, tetapi sudah menyasar hingga daerah, baik masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah hingga ekonomi atas. Dan generasi muda menjadi salah satu sasaran utama narkoba.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Pupuk Kaltim melalui momentum peringatan Hari Anak Nasional, bagikan buku edukasi bahaya Napza pada 25 SMA/SMK sederajat di Kota Bontang. Buku panduan pencegahan penyalahgunaan narkoba ini sangat kaya akan pengetahuan yang dibutuhkan pelajar, khususnya melindungi diri agar tidak terjerumus dalam jeratan narkoba.
Total Pupuk Kaltim membagikan 25 set buku, dan satu set berisi 6 buku terdiri dari sejarah narkoba, penyalahgunaan, dampak, dan bahaya narkoba. Serta upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba, tatacara merehabilitasi pecandu narkoba, dan kamus narkoba.
Launching buku Napza dilakukan Pupuk Kaltim melalui General Manager Umum Nur Sahid, dengan penyerahan simbolis kepada Walikota Bontang Neni Moerniaeni di Auditorium 3 Dimensi Pemkot Bontang. Selasa, 31 Juli 2018.
Dilanjutkan penyerahan langsung keesokan harinya, di lokasi yang sama oleh Staf CSR Pupuk Kaltim Esti Yuli Wulandari, kepada perwakilan Kepala Sekolah Menengah Atas se-kota Bontang. Rabu, 1 Agustus 2018.
“Gerakan memberantas narkoba dan sejenisnya bukan hanya tanggung jawab BNK dan Pemerintah saja, namun merupakan gerakan bersama. Maka dari itu Pupuk Kaltim berinisiatif memberikan edukasi bahaya Napza lewat bacaan, literasi yang disebar di sekolah menengah atas se-Kota Bontang,” ujar Nur Sahid.
Sementara Esti Yuli Wulandari menambahkan, setelah pemberian buku, Pupuk Kaltim juga akan melakukan roadshow penyuluhan bahaya narkoba. Terhitung mulai Agustus 2018 ke sejumlah sekolah yang berada di Bufferzone perusahaan.
“Diantaranya Guntung dan Loktuan, dengan menggandeng Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta Badan Narkotika Kota Bontang,” papar Esti.
Pupuk Kaltim berharap, masa mendatang akan lahir generasi muda Bontang yang kreatif, kuat, dan tangguh, dalam menghadapi tantangan global. Dengan tetap waspada dan sadar akan bahaya Napza yang mengancam masa depan.(*)
Laporan: Yuli | Nasrul
