Tenggarong. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang digelar oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda.
Rakor tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Grand Elty Tenggarong dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta para camat dari 20 kecamatan di wilayah Kukar.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kukar, Sutrisno, yang didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, Yudhistira Yudha Permana. Dalam sambutannya, Sutrisno menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing, khususnya Tenaga Kerja Asing (TKA).
Ia menyebutkan bahwa tingginya jumlah perusahaan yang beroperasi di Kukar, dengan aktivitas yang luas, menjadikan pengawasan TKA harus dilakukan secara terkoordinasi dan menyeluruh. Sutrisno berharap forum ini menjadi sarana strategis bagi kecamatan, instansi terkait, dan pihak Imigrasi untuk memperkuat kerja sama pengawasan.
Namun, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengalami kesulitan dalam memperoleh data lengkap mengenai keberadaan TKA. Sejauh ini, hanya sebagian kecil perusahaan yang secara rutin melaporkan keberadaan TKA ke Kesbangpol Kukar.
Meski demikian, tingginya partisipasi camat dan OPD dalam kegiatan ini mendapat apresiasi tersendiri dari Sutrisno, yang menyebutnya sebagai bentuk nyata komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kukar.
Berdasarkan data yang diterima Kesbangpol, mayoritas TKA di Kukar bekerja di sektor pertambangan, sementara di sektor perkebunan jumlahnya relatif kecil. Sutrisno juga mengakui bahwa subunit pengawasan TKA di lingkungan Kesbangpol Kukar belum berjalan optimal, karena sesuai regulasi terbaru, leading sektor pengawasan berada di bawah kewenangan Kantor Imigrasi.
Lebih lanjut, Sutrisno menyampaikan bahwa meski belum ditemukan banyak kasus serius yang melibatkan TKA di Kukar, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Ia mencontohkan satu kasus pembunuhan terhadap seorang TKA asal Tiongkok yang sempat menyita perhatian dan membutuhkan koordinasi intensif antarinstansi dalam penanganannya.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap sinergi lintas instansi semakin kuat, langkah pengawasan bisa selaras, dan pendataan menjadi lebih akurat,” pungkas Sutrisno.
