Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda secara resmi membuka program pemagangan ke Jepang tahun 2025. Program ini diikuti oleh 170 lulusan SMK dari seluruh wilayah Kalimantan Timur, dan diharapkan menjadi solusi nyata untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.
Acara sosialisasi program ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang bertempat di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah terhadap program tersebut, baik dari sisi pendanaan seleksi, pelatihan, hingga asuransi kesehatan bagi peserta.
“Program ini bukan hanya memberikan kesempatan belajar dan bekerja di luar negeri, tapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Proses seleksi program ini akan difokuskan pada kemampuan bahasa Jepang sebagai syarat utama. Selain itu, peserta yang lolos seleksi akan difasilitasi pelatihan intensif baik di tingkat daerah maupun pusat, sebelum akhirnya diberangkatkan ke Jepang. Program pemagangan ini akan berlangsung selama tiga tahun.
Sementara itu, Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, menambahkan bahwa program pemagangan ke Jepang 2025 merupakan bagian dari program unggulan BPVP. Tahun ini, BPVP Samarinda menggelar 44 paket pelatihan yang diikuti total 700 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Bagi peserta yang lolos ke Jepang, mereka akan mendapatkan insentif hingga Rp300 juta selama masa pemagangan, serta memiliki peluang untuk melanjutkan karier di perusahaan lokal maupun luar negeri,” [ungkasnya.
