Pupuk Kaltim Antar Kube Mekar Sari Menuju Kemandirian Masyarakat

Sementara disudut RT 07 Guntung, juga nampak asri. Jalan semen selebar dua meter dihiasi tanaman di kanan dan kiri jalan, makin cantik dengan tanaman dalam botol plastik bekas air kemasan berbagai ukuran, yang dicat warna-warni. Dipinggir jalan banyak pot tanaman menghiasi, hingga lahan petak rumah warga yang juga penuh tanaman.

Mulai tanaman hias sampai tanaman obat keluarga. Ada yang model hidroponik, ada juga kolam ikan nila. Mereka benar-benar memanfaatkan lahannya, seolah tak mau satu sudutpun kosong. Semua menjadi produktif.

Kondisi ini merupakan salah satu pengaruh keberadaan Kube Mekarsari terhadap anggotanya. Seperti diakui beberapa anggota dalam rekaman video yang dipublish Youtube dan PKTv, Erna mengakui dia sebelumnya ‘katro’ sekarang dapat menambah ilmu. Bahkan bisa studi banding ke Jakarta, Palembang, Malang dan Yogyakarta.

Dia juga sudah pandai berbicara, dan fasih menyebut nama bakteri untuk stater kompos.

Erlin, anggota Kube juga mengakui, adanya Kube dia mempunyai penghasilan tambahan, disamping silaturahmi, serta menambah pengetahuan dengan menanam sayur-sayuran.

Rata-rata anggota mendapat tambahan penghasilan mencapai Rp475.000 per bulan pada 2016, tergantung kehadiran dan hasil penjualan pupuk kompos.

Halifa, pun demikian, selaku anggota Kube yang sebelumnya kurang bergerak, bisa lebih sehat setelah mengikuti kegiatan ini.

Semua tak menyangka sampai sejauh ini. Sekitar tujuh tahun lalu, tepatnya 2010, RT 07 mendapat Black Award sebagai kampung terkumuh dari Pemkot Bontang. Banyak sampah berserakan. Hal itu menggerakkan warga dengan dorongan ketua RT M Yunus, untuk berbuat. Mereka membersihkan sampah daun kering dan ingin menjadikan kompos dan belajar membuat kompos ke produksi kompos Pupuk Kaltim di PC VI.

Hingga akhirnya tahun 2013, terbentuklah Kube Mekar Sari, dengan kegiatan utamanya membuat kompos dari daun kering sampah mereka sendiri. Masih menggunakan alat sederhana dan hanya ditumpuk dalam drum.

Melihat hal tersebut, akhir 2013, Pupuk Kaltim dengan koordinasi Disosnaker Bontang melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), menyusun kegiatan untuk masyarakat di RT 07 dengan nama program Pengelolaan Kompos Berbasis Masyarakat.

Awal 2014, kelompok Mekar Sari mulai memperoleh dukungan pendampingan dan peralatan produksi kompos, melalui program Pengelolaan Kompos Berbasis Masyarakat CSR
Pupuk Kaltim. Kube Mekar Sari pun berbenah, memperbaiki sarana produksi dan administrasi. Mereka juga mengelola sampah dari tempat lain.

Setelah lolos verifikasi dari Dinsos Bontang dan Kaltim, lalu mewakili Banua Etam dalam ajang Kube Berprestasi di Jakarta. Hingga menjadi Kube terbaik pertama tingkat nasional tahun 2016.

Penghargaan tersebut diserahkan Presiden Joko Widodo, pada Puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Palangkaraya, Kalteng, 20 Desember 2016.

Rahmawati menuturkan, selain memproduksi kompos organik padat, pihaknya kini juga memproduksi kompos organik cair dari limbah rumah tangga dengan proses fermentasi selama dua pekan.

Dalam sekali penggilingan sampah organik bisa dihasilkan 200 kemasan kantong kompos, masing-masing seberat 5 kilogram. Untuk kompos murni dihargai Rp5.000 per kemasan, sementara untuk kompos campuran dihargai Rp8.000 per kemasan.

Metode pemasaran dilakukan dengan menyebarkan brosur, pameran, dan informasi dari mulut ke mulut. Tempat penjualannya pun selain di rumah produksi, juga dititipkan di toko-toko pertanian yang ada di sekitar Guntung dan Loktuan. Serta beberapa tempat lainnya di Bontang.

Dari hasil tersebut, total omzet penjualan kompos pada sejak Januari hingga Juni 2017 mencapai 1.600 bungkus 3 kilogram, atau rata–rata 266 bungkus per bulan, dengan nilai penjualan senilai Rp8 Juta.

Bila kita cari di Google, Kube Mekar Sari ada di situs online blanja.com. Tertulis Kube Mekar Sari Mitra Binaan BUMN Pupuk Kaltim. Toko kami menjual kompos organik, aneka kerajinan daur ulang dan aneka kue.

Memiliki penduduk 140 jiwa, RT 07 hanya salah satu sudut saja. Ada 18 RT di Guntung, Kecamatan Bontang Utara. Namun yang patut diapresiasi, Kube Mekar Sari sudah mewarnai warga di RT 07.

“Adanya pengolahan kompos, turut memberikan sumbangsih pada lingkungan RT. Lingkungan menjadi bersih dan asri, bahkan mendapat penghargaan dari Pemkot. Di antaranya menjadi RT terbaik tingkat kelurahan, serta juara pertama PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) se-Bontang,” jelas Yunus.

Hingga saat ini, jumlah anggota yang terlibat aktif dalam kegiatan Kube Mekar Sari ada 20 orang. Terdiri dari susunan pengurus, Lurah Guntung (Pelindung atau Penasehat), Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Guntung, Ketua LPM Kelurahan Guntung, Ketua RT 07 (Pengarah), Rahmawati (Ketua), Erna Prasetyawati (Sekretaris), Siti Maryam (Bendahara) serta Nafisah, Nurhayati, Andriani, Rosdiana, Masyrah, Sutra, Lasminah, Marpuah, Sukriati, Hj. Nani, Hj. Jurannah dan M. Yusuf Dini (Anggota).