Samarinda. Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah dunia. Sejumlah qari dan hafiz asal Bumi Etam berhasil mengharumkan nama Indonesia lewat ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) internasional sepanjang tahun 2025.
Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud, menyebut capaian ini sebagai hasil nyata dari pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). “Kita ini bukan kunjungan kerja, tapi hadir sebagai peserta terhormat mewakili Indonesia. Itu sangat sulit, karena syaratnya harus juara nasional. Jadi apa yang dicapai anak-anak kita ini luar biasa,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Deretan prestasi tersebut antara lain:
- Imran Nurkarim, Juara 1 MTQ Internasional cabang Tilawah Dewasa di Jakarta (Februari 2025).
- Yasin Albar, Juara 1 cabang Hafiz 30 Juz di ajang yang sama, sekaligus melaju hingga final dari 179 peserta di MTQ Hifzil Qur’an di Arab Saudi.
- Haikal Al Ghifari, Juara 1 cabang Tafsir Bahasa Arab di MTQ Internasional Brunei Darussalam (Maret 2025).
- Nur Rahmiyatin Adha, Juara 3 cabang Tilawah Putri di MTQ Antarbangsa Malaysia (Agustus 2025).
- Ahmad Fadil, mewakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko untuk cabang Hafiz dan Tilawah 5 Juz.
Prestasi masih berlanjut. Pada September mendatang, Andi Saputra akan turun di cabang Hafiz 15 Juz, sementara Jumarlin tampil pada cabang Tilawah Remaja di MTQ Internasional Kroasia.
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan keberhasilan ini selaras dengan visi gubernur untuk melahirkan generasi emas Kaltim.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Kaltim tidak hanya maju lewat sumber daya alam, tapi juga melalui generasi Qur’ani yang bisa mengharumkan Indonesia,” jelasnya.
Hal serupa diungkapkan Kepala Biro Kesra Kaltim, Dasmiah, yang menyebutkan hingga kini sudah lima putra-putri Kaltim menyabet gelar juara dunia.
“Bahkan pada MTQ Nasional lalu kita keluar sebagai juara umum dengan 24 juara pertama yang siap berlaga di level internasional,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kaltim berharap dukungan penuh masyarakat agar para peserta dapat tampil maksimal. “Insya Allah, keberhasilan ini akan menambah deretan prestasi Kaltim di panggung dunia,” tutur Rudi.
Mau saya buatkan versi feature dengan narasi lebih human interest (misalnya menyoroti perjalanan tiap qari/hafiz) atau tetap straight news seperti di atas?
