Kukar  

Ritual Sakral hingga Belimbur Warnai Penutupan Erau Adat Kutai 2025

Tenggarong. Rangkaian Erau Adat Kutai 2025 resmi ditutup dengan berbagai ritual sakral hingga prosesi Belimbur yang penuh kemeriahan di Tenggarong, Rabu (1/10/2025).

Prosesi diawali dengan keberangkatan rombongan utusan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang mengantarkan Naga Laki dan Naga Bini ke Kutai Lama. Di depan Keraton, digelar pula ritual adat yang diawali Beumban, dilanjutkan Begorok, Rangga Titi, dan ditutup dengan tradisi Belimbur.

Belimbur menjadi puncak sekaligus penutup Erau Adat Kutai. Dalam prosesi ini, masyarakat larut dalam sukacita dengan saling menyiram air di sepanjang jalan Tenggarong. Suasana meriah tampak dari anak-anak hingga orang dewasa yang ikut serta.

Tradisi Belimbur dimaknai sebagai penyucian diri, melunturkan sifat buruk, serta menghapus unsur kejahatan. Air yang digunakan dipercaya membawa berkah dan membersihkan lahir maupun batin. Prosesi dimulai setelah Sultan memercikkan air tuli kepada para hadirin sebagai tanda dimulainya siraman bersama.

Meski terbuka untuk umum, prosesi ini dikecualikan bagi lansia dan anak kecil demi keamanan. Seiring perkembangan zaman, Belimbur kini tak hanya dilakukan dengan tangan kosong, tetapi juga menggunakan kantong plastik hingga pompa air. Bagi kaum muda, Belimbur bahkan telah menjelma menjadi ajang “perang air” tahunan yang penuh keceriaan.

Tak hanya sarat makna filosofis, Belimbur juga menjadi simbol kebersamaan warga Kutai dalam suasana santai dan akrab. Dengan ditutupnya prosesi ini, berakhirlah seluruh rangkaian Erau Adat Kutai 2025.

Writer: Fairuzz Abady
Exit mobile version