Samarinda. Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahakam di depan kantor DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (2/9/2025), berakhir ricuh. Massa melakukan perusakan fasilitas umum hingga melempar bom molotov ke dalam gedung dewan. Aparat kepolisian terpaksa membubarkan massa dengan tembakan gas air mata dan water canon.
Massa yang berjumlah sekitar dua ribu orang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat sipil. Mereka membawa 11 tuntutan, mulai dari penolakan tunjangan mewah anggota dewan, desakan penghapusan undang-undang yang dinilai tidak pro rakyat, hingga penolakan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di Kalimantan Timur.
Aksi awalnya berjalan tertib dan difasilitasi dengan pertemuan bersama pimpinan DPRD Kaltim. Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud turun langsung menemui massa dan berjanji menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan. Namun, situasi berubah setelah massa melanjutkan aksi melewati batas waktu penyampaian pendapat yang diatur undang-undang, yakni pukul 18.00 WITA.
Sejumlah demonstran mulai merusak fasilitas, termasuk CCTV, baliho, hingga membakar gerbang gedung dewan. Aksi semakin memanas ketika bom molotov dilemparkan ke dalam gedung. Aparat yang berupaya menenangkan massa kemudian melakukan pembubaran yang berlangsung lebih dari satu jam.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan pembubaran di Jalan MT Haryono berlangsung cepat, namun di Jalan Tengkawang diperlukan upaya tambahan hingga akhirnya massa membubarkan diri.
“Kami juga masih menyelidiki kelompok berpakaian hitam yang sudah berada di lokasi sebelum mahasiswa datang. Mereka sempat melakukan pelemparan ke arah aparat tanpa melakukan orasi,” ujarnya.
